Selasa, 20 April 2010

Mitos # 1
Setiap Orang (Pasti) Memiliki Soulmate
Betul, di luar sana mungkin saja ada cowok yang terasa bagai soulmate dan cocok luar-dalam dengan kita—ngobrol apa pun nyambung, deh. Tapi, gimana seandainya soulmate yang kita kenal via internet adalah om-om yang sudah punya dua anak ABG, pengangguran, agak bau badan, tinggal di lain benua pula (!). Walah....

Boleh, sih, percaya adanya soulmate, tapi nggak berarti kita bela-belain menunggu yang luar biasa cocok baru mau jadian. Ingat, mustahil ada dua manusia yang benar-benar cocok—memangnya puzzle? Dibutuhkan usaha untuk menyatukan dua kepala dan mengatasi ketidakcocokan. Lagipula, kelamaan menanti soulmate cuma bikin kita berstatus perawan tua, he he he.

Mitos # 2
Cinta Pandangan Pertama = Jodoh
Yeah, right... love at the first sight? Ada juga lust—nafsu—at the first sight. Jangan percaya kalau ada cowok yang bilang sudah jatuh cinta pada kita di pandangan pertama—rayuan gombal, tuh. Yang benar, pertama kali melihat kita, si dia terpesona oleh rambut kita yang panjang, kulit putih, atau payudara kita yang 'penuh'.

Nggak beda, kok, dengan kita yang menyukai senyum manis dan tangan kokohnya pas pertama berkenalan. Pandangan pertama pasti nggak jauh dari fisik, deh! Tetap butuh pengenalan lebih lanjut, dong, untuk memastikan si dia memang jodoh kita.

Mitos # 3
Jerry McGuire Syndrome: You Complete Me
Kehadiran si dia membuat kita merasa 'utuh'? Please, deh. Untuk bahagia, kita bisa merasa 'utuh' tanpa bantuan orang lain. Pasangan yang tepat mungkin memenuhi sebagian kebutuhan kita, tapi nggak semuanya. Ada beberapa hal yang nggak bisa si dia berikan, misalnya harga diri dan kebahagiaan. Mustahil, kan, menuntut pacar memenuhi kebutuhan yang seharusnya kita penuhi sendiri. So, be complete, then enjoy a great relationship with another complete individual.

thanks to: ceritacincin

0 komentar:

Poskan Komentar